BOTUMOITO — Keluarga besar SMAN 1 Botumoito melaksanakan kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H Tahun 2026 dengan penuh khidmat dan kebersamaan. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Mengenal Tradisi dan Budaya Lokal Gorontalo pada Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.”
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penting bagi keluarga besar SMAN 1 Botumoito untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mengenalkan kepada peserta didik nilai-nilai tradisi dan budaya lokal Gorontalo yang hidup dan berkembang dalam masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, peserta didik diajak untuk memahami bahwa tradisi Maulid Nabi di Gorontalo tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga mengandung nilai-nilai keagamaan dan sosial, seperti silaturahmi, kebersamaan, gotong royong, berbagi, serta kepedulian terhadap sesama.
Dalam tausiyahnya, Irfan Tahibu, S.Fil., menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meneladani kehidupan dan akhlak Rasulullah SAW.
Menurutnya, Nabi Muhammad SAW merupakan contoh dan suri teladan bagi seluruh umat, khususnya bagi generasi muda dan pelajar. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah seperti kejujuran, kesabaran, tanggung jawab, kasih sayang, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap sesama perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Botumoito, Hj. Nansy Rahman, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh staf, dewan guru, dan Tata Usaha yang telah bekerja sama dalam menyukseskan pelaksanaan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh staf, dewan guru dan Tata Usaha atas kerja sama dalam menyukseskan kegiatan Maulid Nabi tahun ini. Mari kita jadikan momentum Maulid ini sebagai muhasabah untuk lebih giat lagi berbuat baik dan meneladani Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan kita sehari-hari.”
Lebih lanjut, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membangun karakter religius peserta didik, sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap tradisi dan budaya daerah.
Dengan demikian, generasi muda tidak hanya memiliki pengetahuan dan prestasi akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, karakter yang kuat, serta kepedulian terhadap budaya lokal Gorontalo.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan, menjadi refleksi bahwa meneladani Rasulullah SAW dan melestarikan budaya lokal dapat berjalan beriringan dalam membentuk generasi muda yang berkarakter.